Selesai menamatkan pendidikan di tingkat SD tentunya dilanjutkan ke jenjang SMP/MTs , begitu seterusnya lalu ke SMA / MA / SMK , Kuliah atau kerja. Rangkaian itu akan terasa indah dan mengasyikkan bagi mereka yang diberi karunia lahir kembar. Lucu dan menggemaskan penampilan mereka, sejak kecil pakaian dan model selalu sama, sepatu dan jepitpun warna dan coraknya harus sama ( bagi cewek) sedang bagi cowok maka jenis mainan , model jaket , pistol mainan juga wajib sama hukumnya. begitu begitu seterusnya.
Memasuki pendidikan SMP/MTs kadang mulai ada sedikit perbedaan, model baju sama tapi warna baju, pita rambut dan sepatu mulai berbeda. Model rambut juga mulai sedikit berbeda. Tetapi apakah setelah tamat SMP/MTs harus ke SMA yang sama?, tentunya hal ini sudah mulai tidak diberlakukan lagi karena seleksi masuk SMA harus ada test , wawancara dan lain-lain.
Dari sinilah si KEMBAR mulai harus belajar Ikhlas dalam menghadapi kehidupan berikutnya, mulai dari memilih sekolah yang diidamkan, jurusan yang harus diambil, ekstra kurikuler yang harus diikuti ataupun les privat yang diminati, semua mulai harus berubah , berubah dan berubah. Kembar tidak selamanya harus sama dan identik. Ada yang pendiam adapula yang tidak bisa diam, ada yang mudah marah tetapi disisi yang lain sangat lemah lembut. Ibarat sebuah HP merk boleh sama tetapi kemampuan sinyal kadang berbeda.
Sabtu, 15 Mei 2010
Sabtu, 13 Maret 2010
BELAJAR MALU YOK................
Menggali ilmu kadang cukup disekitar kita sendiri, tak perlu kesana dan kemari. Mengapa para calon intelektual mudah tersulut emosinya hanya karena seorang teman bertengkar dengan kelompok lain. Padahal mereka dapat bercermin kepada adik2 yang masih berusia pra TK atau TK, pada diri mereka selesai bertengkar bisa bemain dan bergurau lagi. Apa kagak malu tuh?!
Anak SMA jangan suka tawuran donk, apa jadinya negara ini kalo para generasi mudanya punya hobi berantem melulu...................., Mahasiswanya suka lempar2 batu ke fakultas lain gara2 hal sepele misal masalah pacar atau hal lain. Atau memang untuk masa2 sekarang ini ada mata kuliah baru yaitu LEMPAR me LEMPAR??. (seru juga tuh, mirip anak TK yang lagi ngambek)
Bisa jadi gara2 sajian semacam itu sering diekspos di TV sehingga dijadikan panutan oleh orang desa terpencil untuk meniru dalam bentuk PERANG antar DESA , yang lebih heboh lagi kadang juga menimpa Yang Terhormat ANGGOTA DEWAN , baik didaerah ataupun dipusat. Mereka juga ingin pamer kekuatan sehingga IKUT-IKUTAN BERANTEM di ruang sidang, mumpung lagi diekspos oleh TV tertentu, Numpang ngetop gitu, kan gratis . Ataukah lagi ada WABAH atau FLU TAWURAN yang sedang melanda bumi tercinta INDONESIA? ( kayaknya sentilan Gus GUR (almarhum) terbukti juga adanya, benar2 kayak anak TK). Pakai akal dulu donk jangan okol (gunakan nalar dan logika dulu jangan hanya otot, emang kuli pelabuhan).
Sepertinya perlu dibentuk Departemen baru di Republik ini, yaitu DEpartemen peMUKtAhiran BUdaya maLU yang disingkat "DE MUKABULU". Karena disinyalir beberapa orang2 penting di Dewan sana sudah mulai terkena sindrom KAGAK PUNYA MALU. alias muka tembok atau "RAI GEDHEK" kata orang daerah. Subhanallah
Anak SMA jangan suka tawuran donk, apa jadinya negara ini kalo para generasi mudanya punya hobi berantem melulu...................., Mahasiswanya suka lempar2 batu ke fakultas lain gara2 hal sepele misal masalah pacar atau hal lain. Atau memang untuk masa2 sekarang ini ada mata kuliah baru yaitu LEMPAR me LEMPAR??. (seru juga tuh, mirip anak TK yang lagi ngambek)
Bisa jadi gara2 sajian semacam itu sering diekspos di TV sehingga dijadikan panutan oleh orang desa terpencil untuk meniru dalam bentuk PERANG antar DESA , yang lebih heboh lagi kadang juga menimpa Yang Terhormat ANGGOTA DEWAN , baik didaerah ataupun dipusat. Mereka juga ingin pamer kekuatan sehingga IKUT-IKUTAN BERANTEM di ruang sidang, mumpung lagi diekspos oleh TV tertentu, Numpang ngetop gitu, kan gratis . Ataukah lagi ada WABAH atau FLU TAWURAN yang sedang melanda bumi tercinta INDONESIA? ( kayaknya sentilan Gus GUR (almarhum) terbukti juga adanya, benar2 kayak anak TK). Pakai akal dulu donk jangan okol (gunakan nalar dan logika dulu jangan hanya otot, emang kuli pelabuhan).
Sepertinya perlu dibentuk Departemen baru di Republik ini, yaitu DEpartemen peMUKtAhiran BUdaya maLU yang disingkat "DE MUKABULU". Karena disinyalir beberapa orang2 penting di Dewan sana sudah mulai terkena sindrom KAGAK PUNYA MALU. alias muka tembok atau "RAI GEDHEK" kata orang daerah. Subhanallah
Sabtu, 27 Februari 2010
TANTANGAN atau UJIAN - kah ini ?
Kemarin aku harus mengikuti acara semacam workshop yang diadakan kantor, panitia baru menghubungiku 1 jam sebelum acara dimulai. Ini ujian atau tantangan kok pagi2 udah menemuiku. Aku positif thinking aja menghadapinya, karena ku yakin dengan begitu akan kudapatkan suatu energi plus dalam menjalani kegiatan kedepan.
Yang aku ndak habis pikir ( emang sih pikiran jangan dihabiskan ), mengapa kok baru disampaikan ketika aku yang seharusnya melakukan sesuatu yang udah disiapkan sebelumnya, itu aja per"soalannya". Acarapun dimulai walau harus ( molor ) 30 menit dari jadwal semula , panitia beralasan " nara sumber belum hadir" . Aku ngomong jadwal molor padahal tidak ada jadwal tertulisnya tentang apa materi yang akan diberikan dan sebagainya.
Kayaknya panitia ndak salah deh , kan jadwalnya aja ndak ada.
Kucoba kuikuti semua session yang disediakan . ternyata memang amat sangat perlu sekali untuk ku ikuti hingga usai. Dari panitia di-informasikan bahwa kegiatan ini berlangsung 2 hari sampai hari esoknya. Semoga hari kedua lebih baik lagi dalam pelaksanaannya.
Yang aku ndak habis pikir ( emang sih pikiran jangan dihabiskan ), mengapa kok baru disampaikan ketika aku yang seharusnya melakukan sesuatu yang udah disiapkan sebelumnya, itu aja per"soalannya". Acarapun dimulai walau harus ( molor ) 30 menit dari jadwal semula , panitia beralasan " nara sumber belum hadir" . Aku ngomong jadwal molor padahal tidak ada jadwal tertulisnya tentang apa materi yang akan diberikan dan sebagainya.
Kayaknya panitia ndak salah deh , kan jadwalnya aja ndak ada.
Kucoba kuikuti semua session yang disediakan . ternyata memang amat sangat perlu sekali untuk ku ikuti hingga usai. Dari panitia di-informasikan bahwa kegiatan ini berlangsung 2 hari sampai hari esoknya. Semoga hari kedua lebih baik lagi dalam pelaksanaannya.
Kamis, 25 Februari 2010
Bagaimana menemukan Ikhlas?
Shodaqoh,
infaq ,
bantuan,
santunan dan
masih banyak lagi
istilah yang pada akhirnya diartikan
hampir sama dengan " memberi ".
Mengapa
istilah tersebut
kerap sekali muncul manakala
terjadi bencana,
baik disebabkan oleh alam
ataupun
bukan karena alam,
Panji - panji
mulai
ber
munculan
sosok bak pahlawan
kesiangan
pun
mulai menampakkan diri
Adakah
indikasi ikhlas disini?
mengapa...........
setelah
ada
bencana dan
korban baru bermunculan
laksana
tangan dari langit
infaq ,
bantuan,
santunan dan
masih banyak lagi
istilah yang pada akhirnya diartikan
hampir sama dengan " memberi ".
Mengapa
istilah tersebut
kerap sekali muncul manakala
terjadi bencana,
baik disebabkan oleh alam
ataupun
bukan karena alam,
Panji - panji
mulai
ber
munculan
sosok bak pahlawan
kesiangan
pun
mulai menampakkan diri
Adakah
indikasi ikhlas disini?
mengapa...........
setelah
ada
bencana dan
korban baru bermunculan
laksana
tangan dari langit
Langganan:
Postingan (Atom)

